Komponen
yang ada Pada Fire Hidrant Serta Tata Cara Penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Komponen dalam fire hydrant sangat beragam,
apa saja?
Masyarakat modern saat ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan
peralatan fire hydrant ini. alat pemadam kebakaran ini
biasanya dipasang di sebuah mall, kantor, pasar, dan berbagai fasilitas umum
lainnya. tapi pernahkah anda berfikir apa saja yang terdapat dalam alat pemadam
kebakaran ini? karena satu kesatuan fire hydrant tidak berjalan sendiri,
melainkan saling terhubung satu komponen dengan komponen lainnya.
Komponen dalam fire hydrant
secara umum
- Unit tangki penampung atau Reservoir.
Tangki penampungan ini dalam sebuah gedung yang bertingkat biasanya
diletakan di basement atau di bawah tanah. biasanya posisinya berdampingan
dengan alat pompa air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaliran air dari
pompa ketangki penampungan sehingga jaraknya dibuat lebih pendek. Sementara
untuk kapasitas penampungan airnya ini tidak sama.masing-masing tangki
ukurannya berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas dari gedung tersebut.
- Jockey pump unit.
Ini adalah komponen untuk penggerak awal saat stop valve hydrant box terbuka.
Selain itu fungsi dari komponen ini adalah untuk menstabilkan tekanan aliran
air dari pipa jenis wet riser system.
- Electric pump unit.
Komponen ini fungsinya hampir sama dengan jockey pum tapi ini adalah
sebagai lanjutan jika jockey pump sudah tidak bisa lagi memberikan suplai air
yang cukup. Seperti juga namanya maka electric pump unit menggunakan daya
listrik tertentu untuk mengalirkan air.
- Diesel pump unit.
Alat ini berfungsi sebagai pendorong terakhir dalam sebuah sistem pemadam
kebakaran. Untuk cara kerjanya, diesel pump ini masih menggunakan starting
pressure switch yang menggunakan bahan bakar sendiri tanpa mengandalkan aliran
listrik. motor penggerak dari diesel yang dirakit menjadi kesatuan diesel pump
- Instalasi hydrant unit.
Dalam sebuah sistem pemadam kebakaran gedung-gedung bertingkat tinggi,
hydrant unit memiliki saluran pipa-pipa yang berasal dari tangki air menuju ke
berbagai box hydrant yang tersebar di seluruh titik yang ada di gedung
tersebut. Pada umumnya hydrant instalation ini diletakan pada sebuah ruangan
shaft sendiri.
- Unit penurun tekanan.
Ini adalah komponen yang berfungsi untuk membuat tekanan pada setiap pipa
stabil hingga sampai ke box hydrant. Hal ini penting karena tekanan sebanding
dengan ketinggian. Jadi semakin tinggi box hydrant itu berada maka tekanannya
akan semakin besar.
- Hydrant box unit.
Ini adalah komponen fire hydrant yang langsung berhubungan dengan
operator. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan
peralatan pemadam api yang harus selalu siap kapan saja digunakan.
Di dalam komponen ini terdapat
beberapa alat seperti:
- 1 buah
connector + stop valve ukuran 1 ½,
- 1 buah
connector + stop valve ukuran 2 ½,
- 1 roll
dengan panjang minimal 30 meter,
- Sebuah
Nozzle,
- Sebuah
break glass fire alarm,
- Satu unit
alarm bell,
- Sebuah
emergency phone socket,
- Satu unit
lampu indikator.
8. Instalasi Outdoor
jika poin sebelumnya dibahas mengenai instalasi indoor, maka pada
paragraf kali ini akan membahas tentang instalasi luar gedung. prinsipnya sama,
hanya material menggunakan hydrant pillar sebagai
output air. ukuran keluaran air pada hydrant pillar adalah 2,5 inch. biasanya
disebelah hydrant pillar ada siamese connection yang berfungsi mengalirkan air
dari mobil pemadam jika kondisi air dari tandon habis. dan hydrant box tipe C
untuk meletakkan peralatan hydrant.
Nah itulah beberapa komponen yang ada dalam sebuah sistem fire hydrant.
Jadi jika anda melihat adanya sebuah box fire hydrant dalam sebuah gedung maka
sebenarnya itu hanyalah sebagian saja dari semua komponen yang ada dalam fire
hydrant. Di dalam box tersebut masih ada komponen-komponen lain, dan box
tersebut juga masih dihubungkan dengan berbagai komponen yang tidak
diperlihatkan.
Tata Cara Penggunaan
Fire Hydrant yang Benar
Penggunaan Fire Hydrant yang
benar akan membuat pemadaman dapat berjalan lebih efektif karena media air
tidak terbuang sia-sia dan tepat sasaran.
Ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang penanggulangan bahaya kebakaran seharusnya diketahui oleh semua orang.
Jadi, informasi tentang tata cara penggunaan fire hydrant yang benar itu
seharusnya selalu disisipkan pad alingkungan kerja, di perumahan, di
perhotelan, di pabrik, ataupun di sekulah. Semua tempat tersebut bisa
berpotensi mengalami kejadian kebakaran. Maka dari itulah dibutuhkan pemahaman
yang tepat untuk mengatasi terjadinya kebakaran.
Setidaknya semua orang kini harus
tahu dasar – dasar penggunaan fire hydrant yang benar,
dan tahu bagaimana prosedur terjadinya evakuasi ketika terjadi kebakaran.
Sehingga, hal ini bisa mengurangi kerugian material dan kerugian jiwa. Pada dasarnya,
pengetahuan dan pemahaman dasar dari pemekaian hydrant system ini bisa
didapatkan dari internet. Selain itu, Anda juga bisa menemukannya dari training
basic pemakaian alat pemadam kebakaran oleh perusahaan.
Tim Khusus Penanggung Jawab
terjadinya Kebakaran
Dalam pemakaian alat pemadam
kebakaran secara umum, misalnya saja di perusahaan, biasanya terdapat beberapa
orang yang tersusun menjadi sebuah tim fire brigade yang bertugas untuk
bertanggung jawab jika terjadinya kebakaran sewaktu – waktu. Berikut ini adalah
tim khusus penanggung jawab jika terjadi kebakaran, antara lain:
Nozzleman
Mereka adalah orang yang bertugas
untuk mengarahkan nozzle ke bagian api. orang ini berada di bagian paling depan
yang menghadapi kebakaran.
Hoseman
Mereka adalah orang-orang yang
tugasnya menyiapkan dan menggulung selang pemadam kebakaran.
Pumpman
Mereka bertugas untuk standby
pada ruang pompa. mempersiapkan dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan
terhadap pompa.
Valveman
Mereka adalah yang bertugas untuk
membuka bagian air yang terdapat pada bagian hydrant pillar.
Commando
Mereka tugasnya memberi komando
untuk semua anggota tim.
Support
Mereka tugasnya adalah untuk
membersihkan tempat terjadinya kebakaran supaya bisa dilewati dengan mudah oleh
petugas.
Tata Cara penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Pada dasarnya pemakaian fire
hydrant itu harus disesuaikan dengan prosedur yang sudah ada. Hal ini dilakukan
supaya api yang akan dipadamkan bisa segera padam dengan cepat, dan bisa
menjaga komponen – komponen supaya tetap awet saat digunakan. Dengan begitu,
komponen – komponen tersebut masih bisa digunakan lagi. Sementara untuk lebih
lengkapnya, berikut ini adalah tata cara penggunaan fire hydrant yang benar,
antara lain:
- Angkatlah selang fire hose sampai mendekat. Atau
dengan cara dipanggul. Namun bila ternyata terlalu berat untuk Anda, maka
lemparkan saja selangnya ke tempat mendekati api.
- Tempatkan selang supaya tidak terbelit – belit.
Karena itu akan mempengaruhi aliran air, nantinya.
- Jika ternyata ukuran selangya kurang panjang, maka
bisa Anda tambahkan dengan selang yang lain.
- Sambungkan bagian pangkal selang dengan bagian
hydrant pillar. bila bagian sumber air berasal dari box hydrant, maka
selang tidak perlu disambungkan. Karena, selang bisa langsung ditarik ke
bagian api.
Persiapan untuk Nozzleman
- Letakkan kaki sedikit merenggang, supaya tumpuannya
kuat. Kemudian, persiapkan nozzlenya dengan sebuah pegangan yang sempurna.
- Tempatkan salah satu bagian tangan sambil memegang
bagian ujung nozzle, sementara yang lain menjepitkan bagian ketiak supaya
tidak mudah goyah.
- Beri sebuah kode ke pihak operator bila Anda sudah
merasa siap.
Persiapan untuk Aliran Air
- Untuk memberitahukan aliran air dari pembawa
nozzle, maka bisa digunakan kode tangan lurus tepat ke atas.
- Untuk kode menghentikan aliran airnya, maka
silahkan lipat siku tangan dengan cara berulang kali.
Yang pasti, sebaiknya, jangan
membuka bagian kran air atau bagian valve terlalu keras, karena hal tersebut
bisa membuat Anda terkena tekanan atau bisa terpental oleh air yang terlalu
cepat menekan Anda. pembukaan atau penutupan valve yang benar adalah dengan
cara perlahan-lahan.
Jakarta, 24 September 2008
( Robert Jeferson )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar