Kumpulan lagu terbaik

Restu Hapsari Siap Bertarung di Dapil Neraka

Restu Hapsari Siap Bertarung di Dapil Neraka         jpnn.com ,  JAKARTA  - MM Restu Hapsari atau yang lebih akrab disapa ...

Selasa, 24 April 2018

Tanggap Darurat dan Evakuasi Darurat Tanggap darurat


Komponen yang ada Pada Fire Hidrant Serta Tata Cara Penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Komponen dalam fire hydrant sangat beragam, apa saja?

Image result for evakuasi kebakaranImage result for evakuasi kebakaran
Masyarakat modern saat ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan peralatan fire hydrant ini. alat pemadam kebakaran ini biasanya dipasang di sebuah mall, kantor, pasar, dan berbagai fasilitas umum lainnya. tapi pernahkah anda berfikir apa saja yang terdapat dalam alat pemadam kebakaran ini? karena satu kesatuan fire hydrant tidak berjalan sendiri, melainkan saling terhubung satu komponen dengan komponen lainnya.
Komponen dalam fire hydrant secara umum
  1. Unit tangki penampung atau Reservoir.
Tangki penampungan ini dalam sebuah gedung yang bertingkat biasanya diletakan di basement atau di bawah tanah. biasanya posisinya berdampingan dengan alat pompa air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaliran air dari pompa ketangki penampungan sehingga jaraknya dibuat lebih pendek. Sementara untuk kapasitas penampungan airnya ini tidak sama.masing-masing tangki ukurannya berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas dari gedung tersebut.

  1. Jockey pump unit.
Ini adalah komponen untuk penggerak awal saat stop valve hydrant box terbuka. Selain itu fungsi dari komponen ini adalah untuk menstabilkan tekanan aliran air dari pipa  jenis wet riser system.
  1. Electric pump unit.
Komponen ini fungsinya hampir sama dengan jockey pum tapi ini adalah sebagai lanjutan jika jockey pump sudah tidak bisa lagi memberikan suplai air yang cukup. Seperti juga namanya maka electric pump unit menggunakan daya listrik tertentu untuk mengalirkan air.
  1. Diesel pump unit.
Alat ini berfungsi sebagai pendorong terakhir dalam sebuah sistem pemadam kebakaran. Untuk cara kerjanya, diesel pump ini masih menggunakan starting pressure switch yang menggunakan bahan bakar sendiri tanpa mengandalkan aliran listrik. motor penggerak dari diesel yang dirakit menjadi kesatuan diesel pump
  1. Instalasi hydrant unit.
Dalam sebuah sistem pemadam kebakaran gedung-gedung bertingkat tinggi, hydrant unit memiliki saluran pipa-pipa yang berasal dari tangki air menuju ke berbagai box hydrant yang tersebar di seluruh titik yang ada di gedung tersebut. Pada umumnya hydrant instalation ini diletakan pada sebuah ruangan shaft sendiri.
  1. Unit penurun tekanan.
Ini adalah komponen yang berfungsi untuk membuat tekanan pada setiap pipa stabil hingga sampai ke box hydrant. Hal ini penting karena tekanan sebanding dengan ketinggian. Jadi semakin tinggi box hydrant itu berada maka tekanannya akan semakin besar.
  1. Hydrant box unit.
Ini adalah komponen fire hydrant yang langsung berhubungan dengan operator. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan peralatan pemadam api yang harus selalu siap kapan saja digunakan.
Di dalam komponen ini terdapat beberapa alat seperti:
  • 1 buah connector + stop valve ukuran 1 ½,
  • 1 buah connector + stop valve ukuran 2 ½,
  • 1 roll dengan panjang minimal 30 meter,
  • Sebuah Nozzle,
  • Sebuah break glass fire alarm,
  • Satu unit alarm bell,
  • Sebuah emergency phone socket,
  • Satu unit lampu indikator.
8. Instalasi Outdoor
jika poin sebelumnya dibahas mengenai instalasi indoor, maka pada paragraf kali ini akan membahas tentang instalasi luar gedung. prinsipnya sama, hanya material menggunakan hydrant pillar sebagai output air. ukuran keluaran air pada hydrant pillar adalah 2,5 inch. biasanya disebelah hydrant pillar ada siamese connection yang berfungsi mengalirkan air dari mobil pemadam jika kondisi air dari tandon habis. dan hydrant box tipe C untuk meletakkan peralatan hydrant.
Nah itulah beberapa komponen yang ada dalam sebuah sistem fire hydrant. Jadi jika anda melihat adanya sebuah box fire hydrant dalam sebuah gedung maka sebenarnya itu hanyalah sebagian saja dari semua komponen yang ada dalam fire hydrant. Di dalam box tersebut masih ada komponen-komponen lain, dan box tersebut juga masih dihubungkan dengan berbagai komponen yang tidak diperlihatkan.
Image result for evakuasi kebakaran
Image result for evakuasi kebakaran

Tata Cara Penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Penggunaan Fire Hydrant yang benar akan membuat pemadaman dapat berjalan lebih efektif karena media air tidak terbuang sia-sia dan tepat sasaran.
Image result for evakuasi kebakaran
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penanggulangan bahaya kebakaran seharusnya diketahui oleh semua orang. Jadi, informasi tentang tata cara penggunaan fire hydrant yang benar itu seharusnya selalu disisipkan pad alingkungan kerja, di perumahan, di perhotelan, di pabrik, ataupun di sekulah. Semua tempat tersebut bisa berpotensi mengalami kejadian kebakaran. Maka dari itulah dibutuhkan pemahaman yang tepat untuk mengatasi terjadinya kebakaran.
Setidaknya semua orang kini harus tahu dasar – dasar penggunaan fire hydrant yang benar, dan tahu bagaimana prosedur terjadinya evakuasi ketika terjadi kebakaran. Sehingga, hal ini bisa mengurangi kerugian material dan kerugian jiwa. Pada dasarnya, pengetahuan dan pemahaman dasar dari pemekaian hydrant system ini bisa didapatkan dari internet. Selain itu, Anda juga bisa menemukannya dari training basic pemakaian alat pemadam kebakaran oleh perusahaan.
Tim Khusus Penanggung Jawab terjadinya Kebakaran
Dalam pemakaian alat pemadam kebakaran secara umum, misalnya saja di perusahaan, biasanya terdapat beberapa orang yang tersusun menjadi sebuah tim fire brigade yang bertugas untuk bertanggung jawab jika terjadinya kebakaran sewaktu – waktu. Berikut ini adalah tim khusus penanggung jawab jika terjadi kebakaran, antara lain:
Nozzleman
Mereka adalah orang yang bertugas untuk mengarahkan nozzle ke bagian api. orang ini berada di bagian paling depan yang menghadapi kebakaran.
Hoseman
Mereka adalah orang-orang yang tugasnya menyiapkan dan menggulung selang pemadam kebakaran.


Pumpman
Mereka bertugas untuk standby pada ruang pompa. mempersiapkan dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan terhadap pompa.
Valveman
Mereka adalah yang bertugas untuk membuka bagian air yang terdapat pada bagian hydrant pillar.
Commando
Mereka tugasnya memberi komando untuk semua anggota tim.
Support
Mereka tugasnya adalah untuk membersihkan tempat terjadinya kebakaran supaya bisa dilewati dengan mudah oleh petugas.
Tata  Cara penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Pada dasarnya pemakaian fire hydrant itu harus disesuaikan dengan prosedur yang sudah ada. Hal ini dilakukan supaya api yang akan dipadamkan bisa segera padam dengan cepat, dan bisa menjaga komponen – komponen supaya tetap awet saat digunakan. Dengan begitu, komponen – komponen tersebut masih bisa digunakan lagi. Sementara untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah tata cara penggunaan fire hydrant yang benar, antara lain:
  1. Angkatlah selang fire hose sampai mendekat. Atau dengan cara dipanggul. Namun bila ternyata terlalu berat untuk Anda, maka lemparkan saja selangnya ke tempat mendekati api.
  2. Tempatkan selang supaya tidak terbelit – belit. Karena itu akan mempengaruhi aliran air, nantinya.
  3. Jika ternyata ukuran selangya kurang panjang, maka bisa Anda tambahkan dengan selang yang lain.
  4. Sambungkan bagian pangkal selang dengan bagian hydrant pillar. bila bagian sumber air berasal dari box hydrant, maka selang tidak perlu disambungkan. Karena, selang bisa langsung ditarik ke bagian api.
Persiapan untuk Nozzleman
  1. Letakkan kaki sedikit merenggang, supaya tumpuannya kuat. Kemudian, persiapkan nozzlenya dengan sebuah pegangan yang sempurna.
  2. Tempatkan salah satu bagian tangan sambil memegang bagian ujung nozzle, sementara yang lain menjepitkan bagian ketiak supaya tidak mudah goyah.
  3. Beri sebuah kode ke pihak operator bila Anda sudah merasa siap.


Persiapan untuk Aliran Air
  1. Untuk memberitahukan aliran air dari pembawa nozzle, maka bisa digunakan kode tangan lurus tepat ke atas.
  2. Untuk kode menghentikan aliran airnya, maka silahkan lipat siku tangan dengan cara berulang kali.
Yang pasti, sebaiknya, jangan membuka bagian kran air atau bagian valve terlalu keras, karena hal tersebut bisa membuat Anda terkena tekanan atau bisa terpental oleh air yang terlalu cepat menekan Anda. pembukaan atau penutupan valve yang benar adalah dengan cara perlahan-lahan.



 Image result for evakuasi kebakaran
Jakarta, 24 September 2008

( Robert  Jeferson )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar