Kumpulan lagu terbaik

Restu Hapsari Siap Bertarung di Dapil Neraka

Restu Hapsari Siap Bertarung di Dapil Neraka         jpnn.com ,  JAKARTA  - MM Restu Hapsari atau yang lebih akrab disapa ...

Selasa, 24 April 2018

JENIS – FUNGSI APAR ( Alat Pemadam Api Ringan


JENIS – FUNGSI APAR ( Alat Pemadam Api Ringan )
Dalam manajemen K3 Kebakaran, kebakaran di klasifikasikan ke dalam 4 kategori;
1.Klas A : Kebakaran yang berasal dari bahan biasa padat yang mudah terbakar
Contoh : kertas, kayu, plstik, karet, dll.

2.Klas B : Kebakaran yang berasal dari bahan cair dan gas yang mudah menyala
Contoh : minyak tanah, bensin, solar, thinner, LNG, LPG, dll.

3.Klas C : Kebakaran yang berasal dari peralatan listrik (hubungan arus pendek)
Contoh : generator listrik, setrika listrik, dll.

4.Klas D : Kebakaran yang berasal dari bahan logam
Contoh : magnesium, potassium, lithium, calcium, dll.
Maka untuk alat pemadamnya pun bisa dikategorikan berdasarkan kategori kebakarannya.
JENIS BAHAN UTAMA APAR
1.Busa
2.Tepung kimia kering (Dry Chemical)
3.Gas CO2 (Carbon Dioxide)
4.Cairan mudah menguap (Hallon)
5.Air
ALAT PEMADAM API BUSA ( Foam )
Image result for evakuasi kebakaran
Busa adalah alat pemadam yang efektif untuk memadamkan kebakaran Kelas A dan B.
Bahan yang digunakan adalah campuran Natrium Bicarbonate dengan Aluminium Sulfat, keduanya dilarutkan kedalam air hasilnya suatu busa yang volumenya mencapai 10 x volume campuran.

Pemadam api menggunakan busa merupakan sistem isolasi, yaitu mencegah agar oksigen tidak mendapat kesempatan untuk beraksi, karena busa menyelimuti (menutup) permukaan benda yang terbakar.
Cara penggunaannya :
Image result for evakuasi kebakaran
  1. Dengan membalikkan tabung, maka otomatis kedua larutan akan bercampur dan keluar melalui Nozzle.
  2. Arahkan Nozzle ke benda yang terbakar.
  3. Jangan melawan arah angin.
Keuntungannya :
  1. Alat Pemadam Api jenis busa mempunyai tekanan rendah, sehingga lebih efektif untuk memadamkan kebakaran benda cair.
  2. Cara penggunaannya lebih praktis.
Kerugiannya :
  1. Alat Pemadam Api jenis busa tidak bisa untuk memadamkan kebakaran listrik, karena berupa cairan.
  2. Kotor dan meninggalkan noda pada benda yang terkena cairan busa jika tidak segera dibersihkan.
Catatan :
  1. Apabila benda padat yang terbakar, arah semportan bisa langsung ke benda yang terbakar.
  2. Apabila benda cair yg terbakar, arah semprotan pada dinding sebelah dalam tempat beda cair terbakar.
  3. Nozzle harus bebas dari hambatan/sumbatan (biasanya debu dan serangga).



SIFAT – SIFAT ALAT PEMADAM API BUSA
1.Penyelimutan (smothering)
2.Mencegah penguapan bahan bakar
3.Pendinginan (cooling)
4.Melokalisir benda yang terbakar
5.Tidak boleh untuk memadamkan kebakaran listrik
ALAT PEMADAM API CO2
Image result for evakuasi kebakaran
Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau Carbon Dioxide digunakan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan – peralatan mesin atau listrik.
Tabung – tabung yang digunakan berisi gas CO2 yang berbentuk cair, bila dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi gas.
Cairan CO2 didalam tabung temperaturnya rendah sekali dan berbahaya apabila mengenai tubuh manusia.
Cara penggunaannya :
  1. Angkat Tabung dari tempatnya
  2. Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
  3. Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
  4. Lepas pen pengaman.
  5. Pegang corong pada gagang yg mempunyai penyekat agar tangan tidak luka karena suhu dingin.
  6. Arahkan corong ke atas
  7. Tekan tangkai penekannya
  8. Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
  9. Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
  10. Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
  11. Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.
  12. Jangan melawan arah angin.
Keuntungannya :
  1. Merupakan gas yang tidak dapat mengalirkan arus listrik dan tidak menyebabkan karat
  2. Dapat disimpan didalam tabung-tabung yang terbuat dari baja, sehingga mudah disiapkan diruangan sempit.
  3. Carbondioksida yang disimpan didalam tabung dapat digunakan berulang kali, (tidak sekali pakai)
  4. Dapat digunakan untuk memadamkan api secara otomatis (pada instalasi tetap).
Kerugiannya :
  1. Pada konsentrasi tertentu gas CO2 dapat membahayakan manusia oleh karena itu, pemadam api didalam ruangan petugas harus memakai masker dan alat bantu pernafasan;
  2. Kurang efektif digunakan diruangan terbuka; Pada waktu menggunakan CO2 diruangan tertutup harus diyakinkan dulu bahwa tidak ada orang atau korban yang masih berada didalam ruangan.
Berdasarkan kemasan CO2 terdiridari :
  1. Jenis membran
  2. Jenis pengatup
Alat Pemadam Api jenis CO2 bisa untuk memadamkan kebakaran kelas A, B dan C.
ALAT PEMADAM API POWDER
Image result for evakuasi kebakaran

Serbuk Kimia kering (Dry Chemical Powder) adalah bahan pemadam serbaguna yang dapat memadamkan api atau kebakaran kelas A, B dan C
Cara penggunaannya : 
  1. Angkat Tabung dari tempatnya
  2. Pastikan bahwa tabung tersebut siap pakai
  3. Letakan tabung disamping tubuh dengan posisi kuda-kuda
  4. Lepas pen pengaman.
  5. Pegang corong/Nozzle arahkan corong ke atas
  6. Tekan tangkai penekannya
  7. Setelah yakin bahwa alat tersebut siap pakai.
  8. Bawalah alat tersebut ketempat terjadinya kebakaran.
  9. Arahkan corong/Nozzle ke nyala api dan tekan tangkai penekannya.
  10. Gerakkan corong kekanan dan kekiri secara menyapu sampai kebakaran padam.
  11. Jangan melawan arah angin.
Keuntungannya :
  1. Serbuk kimia kering tidak berbahaya bagi manusia;
  2. Sebagai pemisah oksigen dan api;
  3. Bukan pengahantar listrik;
  4. Efektif dipergunakan diruang terbuka (jika angin tidak kencang);
  5. Dapat menyerap panas sekaligus dapat
Kerugiannya :
  1. Jka dipakai berbentuk debu, akan mengganggu pernafasan dan penglihatan;
  2. Sekali pakai habis;
  3. Maninggalkan kotor berupa serbuk.





ALAT PEMADAM API hallon 

Image result for halon fire
Pemadam Hallon adalah bahan yang terdiri dari beberapa unsur kimia yang dibedakan macam-macamnya dengan menggunakan kode angka misalnya :
            • Hallon 104 - Carbon Tetra Chlor
            • Hallon 1001 – Metyl Bromide
            • Hallon 1211 – Bromo Chloro di Fluoro Methane
            • Hallon 1301 – Bromo Teifuoro Methane
Alat Pemadam jenis Hallon dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran Kelas A, B dan C.

Alat Pemadam ini bila dikeluarkan isinya berbentuk gas, tapi tidak bercampur dengan oksigen dan akan keatas, sehingga bida merusak lapisan ozon.








PENEMPATAN APAR
JENIS BANGUNAN
BERAT
MINIMUM
LUAS
JANGKAUAN
JARAK
MAKSIMUM
INDUSTRI
2 Kg
150 M2
15 METER
UMUM
2 Kg
100 M2
20 METER
PERUMAHAN
2 Kg
250 M2
25 METER
CAMPURAN
2 Kg
100 M2
20 METER
PARKIR
2 Kg
135 M2
25 METER
BANGUNAN TINGGI
LEBIH DARI 14 METER
2 Kg
20 M2
20 METER

TANDA TEMPAT PENEMPATAN APAR
a. Pada Dinding
Image result for halon fire
•Segitiga sama sisi warna merah
•Ukuran sisi 35 Cm
•Tinggi tanda pada 7,5 Cm warna merah
•Ruang tulisan tinggi 3 Cm warna merah 

b. Pada tiang berbentuk kotak, tanda pemasangan diberi tanda merah Image result for halon fire
c. Pada tiang berbentuk bulat, tanda pemasangan diberi tanda merah
Image result for halon fire

Persyaratan Tehnis APAR 
Untuk semua jenis APAR yang biasanya dikemas dalam tabung harus memenhui syarat : 
  1. Tabung harus dalam keadaan baik ( tidak berkarat )
  2. Dilengkapi dengan etiket cara – cara penggunaan yang memuat urutan singkat dan jelas tetang cara penggunaannya
  3. Segel harus dalam keadaan baik
  4. Tidak ada kebocoran pada membran tabung gas tekanan tinggi (Cartridge )
  5. Slang harus dalam keadaan baik dan tahan tekanan tinggi
  6. Bagi APAR yang jenis Busa tabung dalam tidak bocor serta lubang pengeluaran (neszel) harus tidak tersumbat baik.
  7. Bahan baku pemadam harus selalu dalam keadaan baik
  8. Tutup lubang harus baik dan tertutup rapat
  9. Isi tabung gas sesuai dg tekanan yang dipergunakan
  10. Belum lewat batas masa berlakunya
  11. Warna tabung harus mudah dilihat.

Pemasangan dan penempata harus memenuhi syarat :
  1. Setiap APAR dipasang pada posisi yang mudah dilihat, diambil serta dilengkapi dengan pemberian tanda pemasangan.
  2. Pemasangan APAR harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran
  3. Setiap APAR harus dipasang menggantung pada dinding dengan sengkang atau dalam lemari kaca
  4. Pemasangan dilakukan sedemikian rupa sehingga bagian paling atas pada ketinggian 1,3 meter dari permukaan lantai
  5. Tidak boleh dipasang didalam ruangan yang mempunyai suhu lebih dari 49o C
  6. Penempatan APAR didasarkan pada kemampuan jangkauan sera jenis bangunannya.
Berikut Tabel Resume Kelas Kebakaran dan Jenis Bahan APAR yang dapat digunakan;
No
KELAS KEBAKARAN
SISTEM PEMADAM
AIR
FOAM
CO2
POWDER
1.
Kelas A
PendinginanPenguraian Isolasi
Baik
Boleh
Boleh
Boleh
2.
Kelas B
Isolasi
Bahaya
Baik
Boleh
Baik
3.
Kelas C
Isolasi
Bahaya
Bahaya
Baik
Boleh
4.
Kelas D
Isolasi Pendinginan
Bahaya
Bahaya
Boleh
Baik


Dibuat Oleh,
Jakarta, 24 September 2008

( Robert Jeferson )

Tanggap Darurat dan Evakuasi Darurat Tanggap darurat


Komponen yang ada Pada Fire Hidrant Serta Tata Cara Penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Komponen dalam fire hydrant sangat beragam, apa saja?

Image result for evakuasi kebakaranImage result for evakuasi kebakaran
Masyarakat modern saat ini tentunya sudah tidak asing lagi dengan peralatan fire hydrant ini. alat pemadam kebakaran ini biasanya dipasang di sebuah mall, kantor, pasar, dan berbagai fasilitas umum lainnya. tapi pernahkah anda berfikir apa saja yang terdapat dalam alat pemadam kebakaran ini? karena satu kesatuan fire hydrant tidak berjalan sendiri, melainkan saling terhubung satu komponen dengan komponen lainnya.
Komponen dalam fire hydrant secara umum
  1. Unit tangki penampung atau Reservoir.
Tangki penampungan ini dalam sebuah gedung yang bertingkat biasanya diletakan di basement atau di bawah tanah. biasanya posisinya berdampingan dengan alat pompa air. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaliran air dari pompa ketangki penampungan sehingga jaraknya dibuat lebih pendek. Sementara untuk kapasitas penampungan airnya ini tidak sama.masing-masing tangki ukurannya berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas dari gedung tersebut.

  1. Jockey pump unit.
Ini adalah komponen untuk penggerak awal saat stop valve hydrant box terbuka. Selain itu fungsi dari komponen ini adalah untuk menstabilkan tekanan aliran air dari pipa  jenis wet riser system.
  1. Electric pump unit.
Komponen ini fungsinya hampir sama dengan jockey pum tapi ini adalah sebagai lanjutan jika jockey pump sudah tidak bisa lagi memberikan suplai air yang cukup. Seperti juga namanya maka electric pump unit menggunakan daya listrik tertentu untuk mengalirkan air.
  1. Diesel pump unit.
Alat ini berfungsi sebagai pendorong terakhir dalam sebuah sistem pemadam kebakaran. Untuk cara kerjanya, diesel pump ini masih menggunakan starting pressure switch yang menggunakan bahan bakar sendiri tanpa mengandalkan aliran listrik. motor penggerak dari diesel yang dirakit menjadi kesatuan diesel pump
  1. Instalasi hydrant unit.
Dalam sebuah sistem pemadam kebakaran gedung-gedung bertingkat tinggi, hydrant unit memiliki saluran pipa-pipa yang berasal dari tangki air menuju ke berbagai box hydrant yang tersebar di seluruh titik yang ada di gedung tersebut. Pada umumnya hydrant instalation ini diletakan pada sebuah ruangan shaft sendiri.
  1. Unit penurun tekanan.
Ini adalah komponen yang berfungsi untuk membuat tekanan pada setiap pipa stabil hingga sampai ke box hydrant. Hal ini penting karena tekanan sebanding dengan ketinggian. Jadi semakin tinggi box hydrant itu berada maka tekanannya akan semakin besar.
  1. Hydrant box unit.
Ini adalah komponen fire hydrant yang langsung berhubungan dengan operator. Fungsi dari komponen ini adalah sebagai tempat untuk menyimpan peralatan pemadam api yang harus selalu siap kapan saja digunakan.
Di dalam komponen ini terdapat beberapa alat seperti:
  • 1 buah connector + stop valve ukuran 1 ½,
  • 1 buah connector + stop valve ukuran 2 ½,
  • 1 roll dengan panjang minimal 30 meter,
  • Sebuah Nozzle,
  • Sebuah break glass fire alarm,
  • Satu unit alarm bell,
  • Sebuah emergency phone socket,
  • Satu unit lampu indikator.
8. Instalasi Outdoor
jika poin sebelumnya dibahas mengenai instalasi indoor, maka pada paragraf kali ini akan membahas tentang instalasi luar gedung. prinsipnya sama, hanya material menggunakan hydrant pillar sebagai output air. ukuran keluaran air pada hydrant pillar adalah 2,5 inch. biasanya disebelah hydrant pillar ada siamese connection yang berfungsi mengalirkan air dari mobil pemadam jika kondisi air dari tandon habis. dan hydrant box tipe C untuk meletakkan peralatan hydrant.
Nah itulah beberapa komponen yang ada dalam sebuah sistem fire hydrant. Jadi jika anda melihat adanya sebuah box fire hydrant dalam sebuah gedung maka sebenarnya itu hanyalah sebagian saja dari semua komponen yang ada dalam fire hydrant. Di dalam box tersebut masih ada komponen-komponen lain, dan box tersebut juga masih dihubungkan dengan berbagai komponen yang tidak diperlihatkan.
Image result for evakuasi kebakaran
Image result for evakuasi kebakaran

Tata Cara Penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Penggunaan Fire Hydrant yang benar akan membuat pemadaman dapat berjalan lebih efektif karena media air tidak terbuang sia-sia dan tepat sasaran.
Image result for evakuasi kebakaran
Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang penanggulangan bahaya kebakaran seharusnya diketahui oleh semua orang. Jadi, informasi tentang tata cara penggunaan fire hydrant yang benar itu seharusnya selalu disisipkan pad alingkungan kerja, di perumahan, di perhotelan, di pabrik, ataupun di sekulah. Semua tempat tersebut bisa berpotensi mengalami kejadian kebakaran. Maka dari itulah dibutuhkan pemahaman yang tepat untuk mengatasi terjadinya kebakaran.
Setidaknya semua orang kini harus tahu dasar – dasar penggunaan fire hydrant yang benar, dan tahu bagaimana prosedur terjadinya evakuasi ketika terjadi kebakaran. Sehingga, hal ini bisa mengurangi kerugian material dan kerugian jiwa. Pada dasarnya, pengetahuan dan pemahaman dasar dari pemekaian hydrant system ini bisa didapatkan dari internet. Selain itu, Anda juga bisa menemukannya dari training basic pemakaian alat pemadam kebakaran oleh perusahaan.
Tim Khusus Penanggung Jawab terjadinya Kebakaran
Dalam pemakaian alat pemadam kebakaran secara umum, misalnya saja di perusahaan, biasanya terdapat beberapa orang yang tersusun menjadi sebuah tim fire brigade yang bertugas untuk bertanggung jawab jika terjadinya kebakaran sewaktu – waktu. Berikut ini adalah tim khusus penanggung jawab jika terjadi kebakaran, antara lain:
Nozzleman
Mereka adalah orang yang bertugas untuk mengarahkan nozzle ke bagian api. orang ini berada di bagian paling depan yang menghadapi kebakaran.
Hoseman
Mereka adalah orang-orang yang tugasnya menyiapkan dan menggulung selang pemadam kebakaran.


Pumpman
Mereka bertugas untuk standby pada ruang pompa. mempersiapkan dan melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan terhadap pompa.
Valveman
Mereka adalah yang bertugas untuk membuka bagian air yang terdapat pada bagian hydrant pillar.
Commando
Mereka tugasnya memberi komando untuk semua anggota tim.
Support
Mereka tugasnya adalah untuk membersihkan tempat terjadinya kebakaran supaya bisa dilewati dengan mudah oleh petugas.
Tata  Cara penggunaan Fire Hydrant yang Benar
Pada dasarnya pemakaian fire hydrant itu harus disesuaikan dengan prosedur yang sudah ada. Hal ini dilakukan supaya api yang akan dipadamkan bisa segera padam dengan cepat, dan bisa menjaga komponen – komponen supaya tetap awet saat digunakan. Dengan begitu, komponen – komponen tersebut masih bisa digunakan lagi. Sementara untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah tata cara penggunaan fire hydrant yang benar, antara lain:
  1. Angkatlah selang fire hose sampai mendekat. Atau dengan cara dipanggul. Namun bila ternyata terlalu berat untuk Anda, maka lemparkan saja selangnya ke tempat mendekati api.
  2. Tempatkan selang supaya tidak terbelit – belit. Karena itu akan mempengaruhi aliran air, nantinya.
  3. Jika ternyata ukuran selangya kurang panjang, maka bisa Anda tambahkan dengan selang yang lain.
  4. Sambungkan bagian pangkal selang dengan bagian hydrant pillar. bila bagian sumber air berasal dari box hydrant, maka selang tidak perlu disambungkan. Karena, selang bisa langsung ditarik ke bagian api.
Persiapan untuk Nozzleman
  1. Letakkan kaki sedikit merenggang, supaya tumpuannya kuat. Kemudian, persiapkan nozzlenya dengan sebuah pegangan yang sempurna.
  2. Tempatkan salah satu bagian tangan sambil memegang bagian ujung nozzle, sementara yang lain menjepitkan bagian ketiak supaya tidak mudah goyah.
  3. Beri sebuah kode ke pihak operator bila Anda sudah merasa siap.


Persiapan untuk Aliran Air
  1. Untuk memberitahukan aliran air dari pembawa nozzle, maka bisa digunakan kode tangan lurus tepat ke atas.
  2. Untuk kode menghentikan aliran airnya, maka silahkan lipat siku tangan dengan cara berulang kali.
Yang pasti, sebaiknya, jangan membuka bagian kran air atau bagian valve terlalu keras, karena hal tersebut bisa membuat Anda terkena tekanan atau bisa terpental oleh air yang terlalu cepat menekan Anda. pembukaan atau penutupan valve yang benar adalah dengan cara perlahan-lahan.



 Image result for evakuasi kebakaran
Jakarta, 24 September 2008

( Robert  Jeferson )